Jangan Sampai Salah, Ini Bedanya Copywriting vs Content writing

Copywriting vs Contentwriting

Source : UX Planet

Apakah Anda pernah berpikir bahwa hobi menulis saat ini dapat dijadikan sumber penghasilan tambahan? Tak heran jika minat terhadap freelance content writing dan copywriting terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Di era digital yang pesat ini, content writing dan copywriting telah menjadi kesempatan menarik bagi Anda yang memiliki kecintaan dalam dunia tulis-menulis. Namun, tahukah Anda? Content writing dan copywriting adalah dua hal yang berbeda dalam dunia pemasaran. Content writing lebih fokus pada pembuatan konten yang informatif dan edukatif, sedangkan copywriting lebih fokus pada pembuatan konten yang persuasif dan menarik. Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari perbedaan antara content writing dan copywriting serta kapan sebaiknya menggunakan content writing dan kapan sebaiknya menggunakan copywriting.

Contentwriting vs Copywriting

Source : Dripfy

Apa Itu Content Writing?

Content writing adalah profesi yang melibatkan pembuatan konten yang menarik dan relevan untuk media online. Seorang content writer adalah penulis profesional yang bertanggung jawab untuk menciptakan berbagai jenis konten, seperti artikel blog, post di media sosial, deskripsi produk, dan lain sebagainya. Mereka tidak hanya fokus pada penulisan, tetapi juga memperhatikan aspek desain, gambar, dan visi perusahaan yang terkait. Tujuan utama dari content writing adalah untuk membangun kepercayaan, loyalitas, dan minat, serta meningkatkan kehadiran traffic di website atau blog perusahaan yang pada akhirnya akan menghasilkan peningkatan penjualan, konversi, dan kesadaran merek (brand awareness).

 

Contoh-contoh dari content writing meliputi blog dan artikel yang memberikan informasi atau pemahaman mendalam tentang suatu topik, postingan media sosial yang mengedukasi atau menghibur pengikut, email dan newsletter yang berisi informasi promosi atau berita terkini, ebook yang menyajikan konten mendalam dalam bentuk buku elektronik, podcast yang memberikan wawasan dan hiburan melalui format audio, serta pengembangan skrip untuk radio.

 

Secara keseluruhan, content writing melibatkan proses kreatif dalam menyusun konten yang bermakna dan berkualitas untuk membangun hubungan dengan audiens, mempromosikan brand, serta mendorong konversi dan penjualan. Dalam konteks digital, konten yang baik menjadi kunci untuk menjangkau dan mempengaruhi target audiens dengan cara yang positif dan efektif.

 

Apa Itu Copywriting?

Copywriting merupakan proses kreatif dalam penulisan konten yang bertujuan untuk mempengaruhi pembaca atau audiens dengan tujuan memotivasi mereka untuk melakukan tindakan tertentu. Seorang copywriter bertanggung jawab untuk menciptakan kata-kata yang persuasif dan menarik perhatian agar membujuk pembaca untuk membeli produk, mengunjungi halaman website, melakukan pendaftaran, atau melakukan tindakan lain yang diinginkan. Copywriting dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti iklan online dan offline, slogan dan tagline, halaman website, konten SEO, email campaign, brosur, dan masih banyak lagi.

 

Tujuan utama dari copywriting adalah untuk menjual brand, produk, dan layanan. Melalui penggunaan kata-kata yang persuasif, copywriting bertujuan untuk menunjukkan kepada audiens mengapa brand atau produk tersebut relevan dan penting untuk dipertimbangkan. Copywriter menghadirkan pengalaman yang meyakinkan melalui tulisannya, baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk mempengaruhi audiens agar melakukan tindakan yang diinginkan. Dalam konteks pemasaran, copywriting difokuskan pada iklan, sales email, PPC landing page, dan berbagai bentuk konten lainnya yang memiliki tujuan untuk meningkatkan penjualan dan konversi.

 

Contoh-contoh dari copywriting meliputi iklan online dan offline yang menggunakan kata-kata persuasif untuk menarik perhatian dan mempengaruhi audiens, slogan dan tagline yang mengkomunikasikan pesan brand secara singkat dan mudah diingat, halaman website yang merancang konten dengan tujuan mempengaruhi pengunjung agar melakukan tindakan yang diinginkan, serta brosur yang memberikan informasi lengkap tentang produk atau layanan dengan gaya penulisan yang menarik.

 

Perbedaan Content writing dan Copywriting

Perbedaan utama antara content writing dan copywriting terletak pada tujuan dan fokusnya. Content writing lebih berfokus pada pembuatan konten informatif, menarik, dan bernilai bagi pembaca. Konten yang dihasilkan dalam content writing beragam, seperti artikel blog, ulasan produk, panduan, berita, dan sebagainya. Tujuan dari content writing adalah untuk memberikan informasi yang bermanfaat, mengedukasi, atau menghibur pembaca. Konten ditulis dengan gaya yang menarik, mengikuti prinsip SEO, dan memperhatikan kebutuhan dan minat target audiens. Content writing bertujuan untuk membangun kehadiran online, meningkatkan visibilitas, dan memberikan nilai tambah bagi pembaca.

 

Sementara itu, copywriting lebih berfokus pada aspek persuasif dan pemasaran. Copywriting melibatkan penulisan konten yang dirancang untuk mempengaruhi audiens agar melakukan tindakan tertentu, seperti membeli produk, mengunjungi halaman website, melakukan pendaftaran, atau mengikuti ajakan yang disampaikan. Copywriting mencakup pembuatan iklan, slogan, tagline, sales email, landing page, dan materi pemasaran lainnya. Tujuan utama dari copywriting adalah untuk mempengaruhi audiens secara emosional atau logis sehingga mereka tergugah untuk bertindak sesuai dengan keinginan pengiklan atau brand.

Baca juga : Ini Dia O2O Untuk Bisnismu

Perbedaan lainnya terletak pada gaya penulisan dan pendekatan yang digunakan. Content writing cenderung lebih informatif, objektif, dan memberikan fakta atau informasi yang relevan. Gayanya bisa lebih santai, bergantung pada jenis konten yang ditulis. Di sisi lain, copywriting menggunakan kata-kata persuasif, gaya penulisan yang lebih persuasif, dan fokus pada mempengaruhi audiens untuk mengambil tindakan. Copywriting mengandalkan strategi pemasaran, memahami audiens, dan menonjolkan keunggulan produk atau layanan yang ditawarkan.

 

Kapan Sebaiknya Menggunakan Content Writing dan Kapan Sebaiknya Menggunakan Copywriting?

Content writing sebaiknya digunakan ketika tujuan utamanya adalah memberikan informasi yang bermanfaat, edukatif, atau menghibur kepada pembaca. Ini terjadi saat ingin menyampaikan pengetahuan tentang topik tertentu, memberikan panduan, atau menyediakan konten yang dapat dipelajari dan dinikmati oleh pembaca. Content writing juga digunakan untuk membangun kredibilitas sebagai sumber informasi yang terpercaya dan meningkatkan visibilitas online melalui optimasi SEO.

Baca Juga : 8 Manfaat Media Iklan Luar Ruangan

Sementara itu, copywriting sebaiknya digunakan ketika tujuan utamanya adalah mempengaruhi audiens untuk mengambil tindakan tertentu, seperti membeli produk, mendaftar, atau mengunjungi halaman penjualan. Copywriting digunakan dalam konteks pemasaran dan penjualan, untuk menciptakan kesadaran merek yang kuat, dan dalam media pemasaran khusus seperti iklan, sales email, dan landing page. Copywriting menggunakan teknik persuasif untuk mempengaruhi audiens agar bertindak sesuai keinginan pemasar.

 

Secara sederhana, content writing digunakan untuk memberikan informasi dan membangun kredibilitas, sedangkan copywriting digunakan untuk mempengaruhi audiens dan mencapai tujuan pemasaran.

 

Anda membutuhkan content writer dan copywriter untuk bisnis Anda?

DutaAdpro siap membantu Anda! DutaAdpro adalah sebuah perusahaan advertising yang sudah berdiri di Surabaya sejak 1991. DutaAdpro selain bergerak di bidang promosi media luar ruang dan dalam ruang, tetapi juga berkembang dengan menyesuaikan diri sesuai permintaan pasar. DutaAdpro juga menyediakan jasa dalam bidang online marketing berupa: website design, graphic design, social media management, mobile app development, dan online advertising management (termasuk SEO, SEM, Google Ads, dsb). Percayakan promosi produk dan jasa Anda bersama DutaAdpro